Struktur Pengkodean


Menurut Hartono (2005:384) mengemukakan bahwa:

struktur kode adalah suatu bentuk struktur yang berfungsi untuk mengklasifikasikan data, memasukkan data ke dalam komputer dan untuk mengambil bermacam-macam informasi yang berhubungan dengannya

Beberapa kemungkinan susunan digit (angka), huruf dan karakter-karakter khusus dapat dirancang ke dalam bentuk kode. Menurut Hartono (2005:384) di dalam merancang suatu kode harus diperhatikan beberapa hal, yaitu:

  1. Mudah diingat

Supaya kode mudah diingat maka dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kode tersebut dengan objek yang diwakili dengan kodenya.

2. Unik

Kode harus unik untuk masing-masing item yang diwakilinya.

3. Fleksibel

Kode harus fleksibel sehingga memungkinkan perubahan-perubahan atau penambahan item baru dapat tetap diwakili oleh kodenya masing-masing.

4. Efisien

Kode harus sesingkat mungkin, selain mudah diingat juga akan efisien apabila direkam dan disimpan di luar komputer.

5. Konsisten.

Kode harus konsisten dengan kode yang telah digunakan.

6. Harus distandarisasi

Kode harus distandarisasi untuk seluruh tingkatan dan departemen dalam organisasi.

7. Hindari penggunaan spasi

Spasi dalam kode sebaiknya dihindarkan karena dapat menyebabkan kesalahan dalam menggunakannya.

8. Hindari karakter yang mirip

Karakter-karakter yang hampir mirip bentuk dan bunyi pengucapannya sebaiknya tidak digunakan dalam kode.

9. Panjang kode harus sama

Masing-masing kode yang sejenis harus memiliki panjang kode yang sama.

Ada beberapa macam tipe dari kode yang dapat digunakan, menurut Hartono (2005:386) sebagai berikut:

  1. Kode Mnemonik (Mnemonic Code)

Kode mnemonik dibuat dengan dasar singkatan atau mengambil sebagian karakter dari item yang akan diwakili dengan kode ini.

Contoh:

JU    = Jurnal Umum

AJP  = Ayat Jurnal Penyesuaian

2. Kode Urut (Sequential Code)

Kode yang nilainya urut antara satu kode dengan kode berikutnya.

Contoh:

001  Kas

002  Piutang Dagang

003  Persediaan Produk Selesai

004  Persediaan Produk Dalam Proses

3. Kode Blok (Block Code)

Kode ini mengklasifikasikan item ke dalam kelompok blok tertentu yang mencerminkan satu klasifikasi tertentu atas dasar pemakaian maksimum yang diharapkan.

 

Contoh:

Blok

Kelompok

10000 – 19999

Aktiva

20000 – 29999

Kewajiban

30000 – 39999

Modal

 

4. Kode Grup (Group Code)

Kode yang dibentuk berdasarkan field-field dan tiap-tiap field kode mempunyai arti.

Contoh:

X

X

X

X

X

 

Nomor urut rekening

5. Kode Desimal (Desimal Code)

Kode ini mengklasifikasikan dalam bentuk sepuluh unit angka desimal dimulai dari angka 0 sampai dengan angka 9 atau dari 00 sampai angka 99 tergantung dari banyaknya kelompok.

Contoh:

00. AKTIVA LANCAR

00100  Kas

00200  Piutang Usaha

01. AKTIVA TETAP

01100  Tanah

01200  Bangunan Kantor

3 responses to “Struktur Pengkodean

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s