Normalisasi


Pengertian Normalisasi menurut Marlinda (2004:115) menyatakan bahwa:

Normalisasi adalah proses pengelompokan atribut-atribut dan suatu relasi sehingga membentuk WELL-STRUCTURE RELATION. Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel-tabel menunjukkan entity dan relasinya

Well-structure relation adalah sebuah relation dengan jumlah kerangkapan datanya sedikit (Minimum Amount of Redundancy), serta memberikan kemungkinan bagi user untuk melakukan insert, delete dan modify terhadap baris-baris data pada relation tersebut yang tidak berakibat terjadinya error atau inkonsistensi data yang disebabkan oleh operasi-operasi tersebut menurut Marlinda (2004:115).

Setiap pengujian sebuah relasi sering ditemukan adanya redundancy pada datanya. Akibat dari hal tersebut besar kemungkinan terjadi error atau inkonsistensi data apabila dilakukan update terhadap relasi tersebut. Error atau inkonsistensi data yang terjadi disebut anomaly. Menurut Marlinda (2004:116) updating terhadap relasi itu akan menimbulkan tiga jenis anomaly, yaitu:

a.   Insertion Anomaly

Error yang terjadi sebagai akibat operasi insert record atau tuple di sebuah relation.

b.   Deletion Anomaly

Error yang terjadi sebagai akibat operasi delete record atau tuple di sebuah relation.

c.   Update Anomaly

Error yang terjadi sebagai akibat inkonsistensi data yang terjadi sebagai akibat dari operasi update record atau tuple dan sebuah relation.

Menurut Marlinda (2004:118) mengemukakan bahwa:

key adalah sejumlah atribut yang mengidentifikasi record atau baris dalam sebuah relation secara unique

Terdapat beberapa jenis key antara lain:

a.   Candidat Key

Atribut-atribut yang menjadi determinan yang dapat dijadikan identitas record pada sebuah relation bisa terdapat satu atau lebih candidate key.

b.   Primary Key

Candidate key yang menjadi identitas record karena dapat mengidentifikasi record secara unique.

c.   Alternate Key

Candidate key yang tidak dijadikan primary key.

d. Composite Key

Key yang terdiri dari dua atribut atau lebih. Atribut-atribut tersebut bila berdiri sendiri tidak menjadi identitas record, tetapi bila dirangkaikan menjadi satu kesatuan akan dapat mengidentifikasi secara unique.

e. Foregn Key

Non-key atribut pada sebuah relation yang juga menjadi key (primary) atribut di relation lainnnya. Foreign key biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dan kedua relation tersebut.

Ketergantungan kunci menurut Marlinda (2004:119) dibedakan menjadi enam macam, antara lain:

a. Ketergantungan Fungsional (Functional Dependent)

Keterkaitan antar hubungan antara dua atribut di sebuah relasi.

b.   Fully Functional Dependent

Suatu rinci data dikatakan fully functional dependent pada suatu kombinasi rinci data jika functional dependent pada kombinasi rinci data dan tidak functional dependent pada bagian lain dan kombinasi rinci data.

c.   Multivalued Dependent

Setiap value dan determinan A hanya menentukan satu value dependent.

d. Ketergantungan Partial

Sebagian dan kunci dapat digunakan sebagai kunci utama.

e. Ketergantungan Transitif

Menjadi atribut biasa pada suatu relasi tetapi menjadi kunci pada relasi lain.

f. Determinan

Suatu atribut (field) atau gabungan atribut di mana beberapa atribut lain bergantung sepenuhnya pada atribut tersebut.

Bentuk-bentuk normalisasi menurut Marlinda (2004:122) sebagai berikut:

  1. Bentuk tidak normal (Unnormalized Form)

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.

2. Bentuk normal kesatu (1 NF/First Normal Form)

Suatu relasi 1NF jika dan hanya jika sifat dan setiap relasi atributnya bersifat atomik. Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila dipecah lagi maka ia tidak memiliki sifat induknya.

3. Bentuk normal kedua (2 NF/Second Normal Form)

Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada primary key. Jadi, untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribut lain yang menjadi anggotanya.

4. Bentuk normal ketiga (3 NF/Third Normal Form)

Bentuk ini memiliki syarat yaitu relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Setiap atribut bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.

5. Boyce-Codd  Normal Form (BCNF)

BCNF mempunyai paksaan lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut super key.

6. Bentuk normal keempat (4 NF/Fourth Normal Form)

Suatu relasi 4NF jika dan hanya jika relasi tersebut juga termasuk BCNF dan semua ketergantungan multivalue adalah juga ketergantungan fungsional.

7. Bentuk normal kelima (5 NF/Fifth Normal Form)

Bentuk ini disebut juga PJNF (Projection Join Normal Form) dan 4NF dilakukan dengan menghilangkan ketergantungan join yang bukan merupakan kunci kandidat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s