Muslimah teladan dan jejak-jejak ramadhan


Syahrul jihad, syahrul Mubarak merupakan nama-nama kehormatan untuk bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Memang, di bulan inilah bulan ‘bonus’ bagi kaum muslimin sedunia. Bulan dimana dibukakan pintu-pintu keberkahan dan maghfiroh dari seluruh penjuru langit.

Jika ada pedagang menjual produk dengan cara mengobral, beli satu dapet satu (lha emang bener beli satu ya.. dapet satu :p), maksud ane beli satu dapet tujuh.. maka pastilah pedagang tersebut diserbu para konsumen. Nah.. ilustrasi di atas sama halnya dengan bulan yang sedang berjalan saat ini, yaitu bulan Ramadhan, dimana Alloh swt juga memberikan bonus, nggak tanggung-tanggung, bonus yang diberikan kepada hamba-Nya bisa puluhan kali lipat dari amalan reguler. Menarik? Tentu saja… bagi orang-orang yang mengimaninya ^_^.

Jika kita melewatkan pedagang yang sedang obral bonus/diskon tersebut, masih bisa kita temukan lagi di lain tempat ataupun waktu. Dan… kita sama sekali nggak merasa rugi. Lain halnya dengan obral bonus yang Alloh swt kasih kepada hamba-Nya, terlalu amat disayangkan jika kita lewatkan begitu saja… Tanya kenapa??? Karena  kita nggak ada yang tahu dan nggak akan pernah tahu apakah usia kita sampai ke Ramadhan berikutnya.. ?? Kalo dari kita nggak ada yang tahu dan nggak akan pernah tahu, berarti langkah  yang paling aman adalah mengusahakan amal yang terbaik di bulan Ramadhan tahun ini untuk beroleh berkah sebagai bekal di 11 bulan berikutnya.. Sepakat?? J

Next… Especially for moslemah, hikmah Ramadhan juga tak terhitung banyaknya karena muslimahpun memegang peran sentral dalam keluarga dan peran sosial dalam kemasyarakatan yang tidak sedikit. Nggak keliru kalau ternyata di bulan Ramadhan ini dijadikan sebagai sarana penggemblengan potensi muslimah untuk menjadi kader dakwah yang mumpuni di tengah-tengah masyarakat.

  1. Ibadah lebih meningkat, bekal takwa

Bonus yang dijanjikan Alloh akan memicu muslimah untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah. Selain ibadah-ibadah wajib, masih banyak ibadah sunah yang sayang untuk dilewatkan. Upaya-upaya memberikan target amalan ibadah merupakan salah satu cara untuk memotivasi diri, misalnya: target khatam Al Qur’an minimal satu kali selama bulan Ramadhan tahun ini.

Ibadah yang meningkat insya Alloh akan meningkatkan ketakwaan. Dan ketakwaaan inilah yang diharapkan menjadi bekal untuk menyusuri kehidupan ke depan yang pastinya akan lebih banyak lagi tantangan yang akan dihadapi.

Nggak Cuma itu, kebiasaan baik berupa peningkatan ibadah di bulan Ramadhan akan berimbas pada kelanjutan ibadah yang meningkat di bulan-bulan berikutnya. Hal ini tentunya akan meningkatkan kualitas diri muslimah yang bersangkutan. Dengan catatan kita benar-benar istiqomah dan mempunyai azzam yang kuat untuk melakukannya.

  1. Banyak menghadiri mejelis keilmuan, menambah bekal ilmu

Di bulan Ramadhan, aneka majelis keilmuan digelar. Kalau kita mau, segala majelis pengkajian-pengkajian sampai di pelosok desa diselenggarakan. Dari mulai pesantren kilat, kajian regular Ramadhan sampai kuliah subuh. Santapan ilmunya pun beragam dari mulai baca tulis Al Qur’an, tafsir, hadits sampai kajian fiqih. Semuanya akan menambah bekal ilmu bagi muslimah. Dan, Ramadhan hanya menjadi titik tolak untuk lebih ‘getol’ mencari ilmu lagi. Karena ilmu Alloh begitu luasnya dan tidak akan pernah selesai untuk digali. So, setelah dapet gong-nya di bulan Ramadhan, bulan-bulan berikutnya muslimah kudu lebih semangat lagi mencari ilmu. Bukankah ilmu itu laksana pelita dalam kegelapan yang akan menerangi langkah-langkah kita menuju negeri tujuan?? J

  1. Meningkatkan ibadah, dapat juga menajamkan upaya solidaritas sosial muslimah

Ibadah dalam syariat islam, selain berorientasi pada perbaikan diri, tapi juga berdimensi sosial. Sholat misalnya, ibadah yang merupakan kewajiban pribadi ini harus berimbas  pada kesholihan sosial. Nash-nya adalah Inna sholata tanha ‘anil fahsyaai wal munkar  (artinya: Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar). Maknanya jelas bahwa dengan sholat – jika sholatnya benar – seorang muslim akan terjaga dari kekejian dan kemunkaran.

Zakat juga demikian, ia adalah upaya pembersihan harta yang telah dirizkikan oleh Alloh kepada kita. Dengan kewajiban itu ada kaum dhuafa yang ikut menikmati sebagian rizki dari Alloh itu. Selain berorientasi Illahiyah, zakat nyatanya juga akan mampu menghapus gap antara kaum berpunya dan dhuafa.

Puasa pun demikian, shaum memberikan energi kepada kaum muslimin untuk lebih sensitif dalam merasakan penderitaan kaum mustadh’afin. Tidak hanya menahan haus dan lapar, menahan hawa nafsu juga meningkatkan kepiawaian muslim dalam mengelola manajemen pribadi untuk lebih cerdas menahan emosi yang berujung pada perbaikan hubungan sosial kita di tengah komunitas manusia.

Nah.. di bulan yang penuh rahmat ini, segala ibadah didorong untuk lebih optimal. Artinya, karena ibadah-ibadah itu semuanya berdimensi sosial, maka harapannya muslimah selaku komponen dalam kehidupan masyarakat juga mampu mengambil andil dalam kebaikan di Ramadhan ini. Dan, tentunya itu harus berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

  1. Mempererat ikatan silaturahim

Dengan menghadiri majelis keilmuan, sholat tarawih berjamaah, mengikuti aneka kegiatan ifthor jama’i (buka bersama) akan membuat muslimah jadi ‘gaul’ dengan lingkungan. Nggak cuma gaul thok, tapi ikatan silaturahim juga bisa lebih dijaga. Dan ketika Ramadhan telah berlalu, nggak ada salahnya jika muslimah melanjutkan ‘tali kasih’ yang sudah terjalin itu. Apalagi, yang demikian itu merupakan salah satu dari rangkaian dakwah, yang tujuannya jelas untuk merangkul semua kalangan dalam rangka sama-sama mencari ridho Alloh swt. Gimana nih saudariku? Deal ?? J

 

::..Waallohu a’lam bish showwab..::  

 

Ya…  Alloh,

Kami mohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyu’, keyakinan yang benar,

Ilmu yang bermanfaat, amal yang baik, agama yang lurus, kemaafan dan keselamatan,

Dan merasa cukup terkaya atas manusia…

Ya… Alloh, Tuhan kami,

Semoga Engkau terima sholat kami, puasa kami, ibadah kami,

Khusyu’ dan merendahnya kami,  pengabdian kami,

Dan sempurnakan kekurangan kami…

Ya… Alloh, Tuhan kami yang Maha Pengasih,

Semoga Engkau limpahkan kesejahteraan dan keselamatan atas sebaik-baik makhluk,

Penghulu kami Nabi Muhammad saw. beserta sekalian sahabat dan keluarganya.

Segala puji hanya bagi-Mu Dzat Pemelihara Seluruh Alam…

Amiin…

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s