Bagaimana orang BERILMU tanpa AGAMA ???


Banyak sekali orang memiliki ilmu pengetahuan modern, tetapi hidupnya tidak didasari dengan norma-norma agama. Menurut islam, orang semacam ini diperbudak oleh ilmu dan tidak akan merasakan lezat, nikmat dan manisnya hidup. Bisa jadi, justru dia akan merasakan sempitnya dengan ilmunya itu.

Ada suatu kisah hidup seorang bernama Prof. Paul Ehrenfest yang atheis. Dia putus asa dengan pengetahuan yang telah dimilikinya, tetapi dia tidak berhasil mendapatkan Tuhan (agama). Akhirnya dia bunuh diri setelah membunuh anak dan istrinya sendiri. Dia bunuh diri dalam keadaan hidup kaya raya, berkedudukan tinggi lagi terhormat di masyarakat.

Sebelum bunuh diri dia menulis surat kepada rekannya yang bernama Prof. Kohnstamm. Surat itu berbunyi, Mir, fehlt Gott vetranen. Religion ist notig Aber wensie nicht moglicht ist, der kauneben zugrunde geben. (yang tidak ada pada saya ialah kepercayaan kepada Tuhan, sedang itu perlu. Seseorang kemungkinan binasa lantaran itu, yakni bila ia tidak beragama).

Surat itu pun ditutup dengan doa yang berbunyi, “Moge Gott denen beistehen dich ich jetzt se heftig verletze.” (mudah-mudahan Tuhan akan menolong kamu, yang aku lukai sekarang ini).

Keterangan ini disebarluaskan oleh Prof. Kohnstamm sendiri dalam pembukaan Nutseminarium di Amsterdam tahun 1932 (menurut majalah Paedagogische Studien 1935).

Kisah ini dapat dibaca dalam buku Mengenal Tuhan, karya Bey Arifin.


Utama manakah ilmu Dunia dan Akhirat ?

Nabi Muhammad pernah bersabda, “Barangsiapa menghendaki kebahagiaan hidup di dunia maka wajib atasnya memiliki ilmu; barangsiapa menghendaki kebahagiaan hidup di akhirat maka wajib atasnya memiliki ilmu; dan barangsiapa menghendaki keduanya maka wajib atasnya memiliki ilmu.” (HR. Thabrani)

Ilmu dunia dan akhirat, keduanya penting bagi kehidupan manusia. Ilmu dunia untuk kebahagiaan hidup di dunia dan ilmu akhirat untuk kebahagiaan hidup di akhirat. Keduanya perlu dicari. Karena terbatasnya waktu dan usia manusia sedangkan ilmu itu sangat luas maka manusia harus dapat memprioritaskan ilmu yang paling utama atau paling penting.

Jika manusia tidak mendapat ilmu dunia maka dia akan rugi selama hidupnya di dunia, akan tetapi jika dia tidak memiliki ilmu akhirat untuk memperbaiki aqidah/keyakinan dan akhlaknya maka dia akan rugi selama-lamanya dengan siksaan yang mengerikan dari Allah SWT. Begitulah kurang lebihnya. Oleh karena itu utamakan dan sempatkan mempelajari ilmu agama atau ilmu akhirat.

Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa dikehendaki oleh Allah untuk diberi kebaikan, maka orang itu lalu memperdalam agama (islam).” (HR. Bukhori dan Muslim)

Bagaimana ciri orang berilmu ?

Ada beberapa ciri orang berilmu yang sesungguhnya diantaranya empat hal pokok berikut ini:

1.          Ia semakin takut kepada Allah, sebagaiman firmna Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu).” (QS. Fathir 35:28)

2.          Ia tidak sombong dan tidak heran pada dirinya sendiri, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Cukuplah seseorang itu dinamakan pandai jika benar-benar takut kepada Allah dan cukuplah seseorang itu dinamakan bodoh bila terheran-heran pada dirinya sendiri.” (HR. Baihaqi)

3.          Ia rendah hati terhadap manusia. Ingat peribahasa yang berbunyi, “Seperti ilmu padi, makin berisi makin merunduk.” Suffian ibnu Uyainah berkata, “Tidak dianggap orang yang menuntut ilmu sebagai orang yang berakal hingga dia melihat dirinya hina dari sekalian manusia.”

4.          Ia akan semakin taat dan terjauh dari dosa dan maksiat. Imam Asy Syafi’I berkata, “Orang yang berakal itu ialah orang yang akalnya (ilmunya) dapat mengawal segala sifat-sifat mazmumah (keji).”

Apa saja keutamaan ulama (Orang berilmu) ?

Ada beberapa keutamaan dan derajat orang berilmu, antara lain berikut ini:

1.            Ia diangkat derajatnya, “Allah akan meninggikan orang-orang yang berilmu diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadalah 58:11)

2.            Ia sebagai pewaris para nabi, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Para ulama (ahli ilmu) adalah pewaris para Nabi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban)

3.            Ia memiliki kelebihan terhadap orang lain seperti sabda Nabi, “Kelebihan seorang alim terhadap lain-lainnya, bagaikan seorang Nabi atas umatnya.” (HR. Al-Khotib)

4.            Ia mendapat pahala yang besar, “Orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang yang beriman, ….. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.” (QS. An-Nisa 4:162)

5.            Ia sebagai tempat bertanya, “Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl 16:43)

Apa sajakah keutaman menuntut ilmu itu ?

Banyak sekali keutamaan menuntut ilmu bagi orang yang melakukannya jika dilihat dari sudut IMTAQ (Iman dan Taqwa), antara lain:

1.            Menambah keberkahan dalam hidup. Rasulullah bersabda, “Apabila aku didatangi oleh suatu hari dan aku tidak bertambah ilmuku pada hari itu yang dapat mendekatkan diriku kepada Allah, maka tak ada keberkahan untukku dalam terbitnya matahari pada hari itu.” (HR. Thabrani, Abu Na’in, Ibnu Abdilbar)

2.            Lebih baik daripada ibadah sunah. Rasulullah bersabda, “Menuntut ilmu sesaat lebih baik daripada ibadah satu malam dan menuntut ilmu sehari lebih baik daripada puasa tiga bulan.” (HR. Addailami)

3.            Penebus dosa-dosa. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menuntut ilmu, maka menjadi penebus dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Attarmidzi)

Apakah keutamaan ilmu dibandingkan dengan harta ?

1.            Ilmu adalah warisan Rasulullah, sedangkan harta adalah warisan Fir’aun. Oleh sebab itu ilmu lebih baik daripada harta.

2.            Engkau harus menjaga hartamu sedang ilmu menjagamu. Jadi ilmu lebih utama.

3.            Seorang yang berharta mempunyai banyak musuh, sedangkan seorang yang berilmu mempunyai banyak teman. Oleh karenanya ilmu lebih bernilai.

4.            ilmu lebih mulia dari harta, karena ilmu akan berkembang bila dibagi-bagikan, sedangkan harta akan berkurang bila dibagi-bagikan.

5.            Ilmu lebih baik sebab orang yang berilmu cenderung dermawan sedangkan orang yang berharta cenderung kikir dan pelit.

6.            Ilmu lebih aman karena dia tidak dapat dicuri, sedangkan harta dapat dicuri.

7.            Ilmu lebih tahan karena tidak rusak oleh waktu atau sebab dipakai, sedangkan harta bisa rusak atau binasa.

8.            Ilmu lebih bernilai karena dia tanpa batas, sedangkan harta terbatas dan dapat dihitung.

9.            Ilmu lebih bermutu karena dapat menerangi pikiran, sedangkan harta cenderung membuat pikiran menjadi beku.

10.        Ilmu lebih utama karena dia mengajak menusia untuk mengabdi kepada Tuhan mengingatkan manusia adalah makhluk-Nya, sedangkan harta mendorong manusia menganggap dirinya sebagai Tuhan.

ﺒﺴﻡﺍﷲﺍﻠﺫﻱﻻﻴﻀﺭﻤﻊﺍﺴﻤﻪﺸﺊﻓﻰﺍﻻﺭﺽﻭﻻﻓﻰﺍﻠﺴﻤﺎﺀﻭﻫﻭﺍﻠﺴﻤﻴﻊﺍﻠﻌﻟﻴﻡ

“Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada mudharat sedikitpun baik di bumi dan di langit, dan Ia Maha Mendengar dan Mengetahui.”

Wallahu a’lam bishshawab

 

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

2 responses to “Bagaimana orang BERILMU tanpa AGAMA ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s