Dialog antara Ruh Suci dengan Tuhannya


Suatu ketika di alam ruh, saat ruh suci tengah berdialog dengan Tuhannya, Tuhannya berkata, “Kehidupan apakah yang sekarang ini kau rasakan?”

Ruh suci itu menjawab, “Kehidupan yang damai dan menenteramkan. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran. Kebahagiaan yang tiada habis. Kesenangan yang tiada ujung. Dan kesejukan saat berada dalam ridho-Mu yang Agung.”

Lalu, Tuhannya berkata, “Setelah ini, Aku akan mengutusmu untuk hidup di muka bumi. Di sana, kehidupan yang akan kau alami sungguh berbeda dengan kehidupanmu disini.”

Maka, gamanglah ruh suci. Keraguan menyelimuti dan kecemasan tiba-tiba menguasai hati.

“Aku takut kesepian….”

Tuhannya berkata, “Malaikat-Ku akan menemanimu. Akan menghilangkan kesepianmu dan akan menghibur kesedihanmu. Ia akan menjadi sahabatmu sepanjang hidupnya dan hidupmu.”

“Tetapi, aku sesungguhnya sangat lemah. Dan bukanlah di bumi banyak sekali orang jahat? Tentu orang-orang jahat itu akan mencelakaiku.”

Tuhannya berkata, “Malaikat-Ku akan melindungimu dari orang jahat. Ia akan mendekapmu dengan perlindungan paling kuat. Dia akan menyelamatkanmu dari segala bahaya yang mengancammu.”

“Tuhanku, saat aku berada di dunia nanti, aku takut bahwa aku akan melupakan-Mu.”

“Malaikat-Ku akan mengajarimu untuk selalu mengingat-Ku. Ia akan mengajarimu tentang agama-Ku. Ia akan membimbingmu untuk menyembah-Ku. Ia akan membuatmu merasa dekat dengan-Ku meskipun sebenarnya aku selalu dekat dengan-Mu.”

“Tetapi, bagaimana jika aku merindukan-Mu?”

“Malaikat-Ku akan menjadi pengobat rindumu kepada-Ku. Sebab ridhonya adalah ridho-Ku, sebagaimana murkanya adalah murka-Ku. Tataplah wajahnya dengan sepenuh hormatmu maka kau akan menemukan-Ku.”

“Baiklah, Tuhanku. Aku bersedia Kau turunkan ke bumi-Mu oleh sebab Kau telah menjamin akan mengirimkan malaikat-Mu untukku. Akan tetapi, bolehkah aku mengetahui siapakah malaikat-Mu itu, agar kelak aku mengenalnya?”

“Malaikat-Ku itu, kelak kau akan memanggilnya dengan sebutan IBU !”

“Ya Alloh Ya Tuhanku. Cucurilah rahmat dan kasihilah kepada kedua ibu bapaku seperti mereka mengasihi dan menyayangiku sewaktu aku kecil…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s