Orang tua?


Kisah seorang ikhwan (based on true story):

“Senang ya bisa membahagiakan orangtua, senang rasanya kalau nanti punya anak-anak yang soleh. Hal ini saya rasakan saat papah &mamah merasa senaang sekali dengan sedikit hal yang saya lakukan. Menyapanya saat bangun/ ingin tidur, meyahut dan memperhatikan saat ditanya, selalu tersenyum dan memperhatikan mereka. Soal prestasi yang cemerlang, orang tua tentu akan lebih senang lagi, tapi kalau belum bisa, orang tua juga tidak pernah memaksa ko selama kita sudah berusaha yang sebaik2nya. Dengan seperti yang saya bilang saja orangtua sudah merasa senang & di sayang oleh anakn-anaknya.

Kadang kita merasa bahwa mereka berdua tidak memahami kita, hal ini muncul saat ada suatu keinginan yang berbeda dengan orangtua. Sebenarnya mereka seperti itu karena ada sebabnya, ya, karena mereka terlalu sayang &khawatir kepada kita. Saat itu kalau mereka langsung dibantah, rasanya mereka akan sakit hati / tidak merasa di-orangtua-kan oleh anaknya. Bijaksanalah, justru saat itu perhatian, secangkir teh, segelas susu atau senyuman kita, akan lebih besar nilainya dari seluruh hartta/ kekayaan yang telah mereka kumpulkan selama ini.

Kalau ada masalah bicaralah, menurut saya orangtua adalah teman dialog yang menyenangkan. Dalam bermusyawarah masing-masing harus memahami karakter &cara berpikirnya, tidak bisa kita hanya menuntut orangtua yang memahami kita, sementara kita tidak mau memahami mereka. Ingat, orangtua sudah tua, sudah sngt lelah mendidik &memelihara kita, jadi sudah sangat pantas dan sangat wajar apabila kita harus lebih sabar &lebih “tunduk” kepada mereka.

Allah SWT berfirman :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [QS:46 Al Ahqaaf/ 15].

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil”.

[QS:17 Al Israa’ /23-24].

Kalau tidak sesuai, tinggal sampaikan sebab /alasan dengan latar belakangnya saja. Positive thinkinglah, mereka ingin kita mendapat yang terbaik, karena itu mereka psti akan mau mndengarkan suatu alasan yang terbaik buat kita. Tapi ingat ya, kalau orangtua benar, jangan prnah dibantah hanya karena kita merasa gengsi/ tidak mau kalah dengan mereka (astagfirullah hal aziem).

Bagi yang orangtuanya sudah meninggal, doakanlah supaya diampuni dosa2 kita dan kedua orang tua kita (salah satu ibadah yang tidak terputus walaupun sudah meninggal). Nah..untuk doa yang dikabuli, jadilah pribadi yang pantas mendapat pertolongan atau pengabulan doa dari Allah, dengan menjadi pribadi yang baik & nurut terhadap Allah. Tetap dijaga juga silaturahmi dengan orang2 yg pernah dekat dengan orangtua kita.

Kemudian bagi yang ada masalah dengan orangtuanya [beda agama/ kurang memahami agama/ ortu bercerai dsb], jangan sampai melewati batas larangan agama yang Allah telah tentukan kepada kita, namun tetaplah berbuat dan berprasangka baik semaksimal mungkin.

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar”.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

[QS:31 Luqman /13-15]

Lihatlah ucapan Allah untuk berbakti pada orangtua selalu disertai dengan kalimat Tauhid agar tidak sampai mempersekutukanNya. Setelah kita berbuat baik dan menjalankan perintah Allah untuk mereka, maka hasilnya terserah Allah dan mereka, kita sudah lepas tanggung jawab untuk urusan dosa mereka yang berhubungan dengan Allah. Jangan khawatir untuk disumpahi jika orang tua tetap tidak mau menerima kebenaran, musibah tidak akan terjadi jika kita tidak melanggar perintah Allah dan RasulNya.

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [QS:64 At Taghaabun/ 11]


Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong selain Allah. [QS:42 As Syura/ 30-31]

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS:31 Luqman/ 34]


Maka mohonlah kepada Allah untuk tetap menjaga kita, mengistiqomahkan kita dan memberi kita kekuatan untuk terus berbuat baik sesuai perintah Allah dan rasulNya. Hidayah hak mutlak Allah, kita hanya berusaha menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya, jadi kita tetap berdoa kepada Allah dan berbuat baik sebaik-baiknya menurut perintah Allah.

Ada hal yang menarik saudaraku, saat saya bertanya pada mamah bagaimana ia berbakti pada orangtuanya dulu yaitu kakek dan nenek saya. Mamah bercerita bahwa ia slalu berusaha menjaga perasaan mereka (seperti yang saya tulis di awal), bahkan saat bicara atau berhadapan dengan orang tua dan sedang Menstruasi pun mamah tidak prnah menunjukan cemberut atau tidak mood, walaupun mungkin pada saat itu orangtua bisa memaklumi kalau mereka tau bahwa mamah sedang menstruasi. Begitu juga dengan papah, papah melakukan hal yang sama dengan mamah, tidak mau membuat susah orangtuanya. Bisa jadi karena hal itu Allah memberi saya hidayah untuk berbakti/ soleh terhadap mereka.

Semoga Allah melindungi kita. Semoga kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri kita dan keturunan kita…

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” [QS:25 AL Furqan/ 74].


Demikian cerita dari seorang ikhwan, semoga bermanfaat.

Mau telpon mamah dulu ya…

2 responses to “Orang tua?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s